Taukah Anda, Mengapa Panas Bumi Perlu Dikembangkan?

Taukah anda mengapa  energy panas bumi, perlu dikembangkan?Berikut ini beberapa  alas an panas  bumi layak dikembangkan dan dijadikan energy alternatif untuk listrik.

Pertama, Indonesia memiliki potensi panas bumi  yang cukup besar yaitu 28000 Megawatt (MW), secara total  memberikan nilai tambah yang cukup besar bagi pemerintah walaupun harga listrik panas bumi dianggap tinggi apabila dibandingkan dengan pembangkit batubara, kedua,  tidak dapat diekspor, hanya dapat digunakan untuk konsumsi dalam negeri, terutama dalam penyediaan bahan bakar pembangkitan tenaga listrik serta meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, alasan lain, bebas dari kenaikan (fluktuasi) harga bahan bakar fosil, tidak tergantung dari cuaca, suplier, kesediaan fasilitas pengangkutan dan bongkar muat dalam pasokan bahan bakar.

Selain itu, tingkat keandalan pembangkit yang tinggi  (availability factor), menjadi alteratif baseload bagi PLN, efisiensi pembangkitan, ramah lingkungan dimana ini merupakan pekerjaan rumah pemerintah Indonesia guna meresponse isu global warming melalui komitmen di Copenhagen, Denmark untuk menurunkan emisi 26 persen pada 2025, panas bumi merupakan energi terbarukan, konservasi bahan bakar fosil, saling mendukung dengan kehutanan, suistanable, terbarukan serta pengembangan tertutup.

Sementara, status pengembangan panas bumi di Indonesia saat ini, dari potensi 28000 MW, kapasitas terpasang baru 1189 MW, dimana 18 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) existing 15 WKP dimiliki oleh Pertamina, 1 swasta, 1 koperasi serta 1 milik PLN, tetapi dalam kurun waktu empat tahun kedepan perusahaan listrik negara ini siap mengembangkan 2000 MW Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Sedangkan untuk WKP baru statusnya saat ini, diantaranya 11 WKP sudah ditenderkan yaitu T.Perahu, Tampomas, Cisolok-Cisukarame, Sokoria, Jailolo dan Jaboi, selain itu 16 WKP lainnya sedang ditenderkan setelah adanya Peraturan Menteri (Permen) Harga Dasar Patokan Energi dari Panas Bumi No.32/2009 tertanggal 8 Desember 2009, dan pemerintah juga sedang memepersiapkan WKP lain untuk dikembangkan.

Share