Pemupukan Nitrogen pada Dua Varietas Kedelai

  1. Kedelai

Kedelai(Glycine) adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di Asia Timur.Kedelai putih diperkenalkan ke Nusantara oleh pendatang dari Cina sejak maraknya perdagangan dengan Tiongkok, sementara kedelai hitam sudah dikenal lama orang penduduk setempat.Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyaknabati dunia.Penghasil kedelai utama dunia adalah Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah 1910.

1.1.   Klasifikasi

Kedudukan tanaman kedelai dalam sistematik tumbuhan (taksonomi) diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom        : Plantae

Divisi              : Spermatophyta

Sub-divisi       : Angiospermae

Kelas               : Dicotyledonae

Ordo               : Polypetales

Famili              : Leguminosae (Papilionaceae)

Sub Famili      : Papilionoideae

Genus             : Glycine

Spesies            : Glycine max(L.) Merill.Sinonim dengan G.Soya (L.)Sieb& Zucc. Atau Soa max atau S. hispida

Kedelai dikenal dengan beberapa nama lokal, diantaranya adalah kedele,kacang jepung, kacang bulu,gadela, dan demokan.

Para ahli botani mencatat suku kacang-kacngan(Papilionaceae) yang tumbuh di dunia mempunyai 690 genera dan sekitar 18.000 spesies. Kerabat dekat tanaman kedelai yang ditanam secara komersial di dunia diperkirakan keturunan atau kerabat jenis kedelai liar G. soya atau G. usuriensis.

1.2.   Varietas

Varietas kedelai yang ditanam di Indonesia pada mulanya berasal dari luar negeri (introduksi), diantaranya mendatangkan dari jepang, Kolumbia, dan Filipina.Varietas tersebut kurang cocok ditanam di Indoensia, karena faktor panjang hari dan suhu. Dengan penelitian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan dihasilkannya varietas kedelai seperti Sinyonya asal Jember, Presi(Pasuruan), Petek(Pati), Genjah Slawi(Brebes), dan Kuncir(Lampung).

1.2.1.      Kedelai Anjasmara

Kedelai varietas Anjasmara merupakan kedelai dari populasi galur murni Mansuria yang dilepas oleh pemerintah ke pasaran Indonesia pada tahun 2000. Kedelai ini memiliki umur tanaman selama 82-93 hari, dan potensi hasil per hektarnya bisa mencapai 2-2,5 ton. Varietas Anjasmara memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kedelai tipe lainnya, yaitu tahan rebah dan pecah polong, serta cukup tahan terhadap karat daun. Selain keunggulan yang disebuat di atas, masih terdapat beberapa sifat unggul dari kedelai jenis Anjasmara, yaitu, memiliki cabang produktif yang lebih banyak dibandingkan pada tangkai kedelai jenis lainnya, berat dan isi polongnya juga relatif lebih banyak daripada lainnya.

1.2.2.      Kedelai Lumajang Brewok

Kedelai Lumajang Brewok berasal dari varietas lokal Jawa Timur yang dilepaskan pemerintah pada tahun 1989.Varietas ini termasuk tanaman dengan tipe tumbuh determinate, memiliki tinggi tanaman 40-56 cm, dan berdaun hijau.Tanaman mulai berbunga pada umur 32 hari.Bunganya berwarna ungu. Polong mulai masak pada mur antara 75-80 hari. Polong tua berwarna cokelat tua dan berbulu panjang warna cokelat.Biji berbentuk bulat kecil dan berwarna kuning. Berat 100 biji sekitar 9,63 g, dengan kadar protein 34,54% dan kadar lemak 16,72%. Hipokotil kecambah berwarna ungu dan epikotil berwarna hijau. Keunggulan varietas ini antara lain tahan rebah dan agak tahan terhadap karat daun serta lalat kacang.

  1. Pupuk

Pupuk merupakan material yang ditambahkan ke tanah atau tajuk tanaman untuk melengkapi ketersediaan unsur hara.Saat ini dikenal 16 macam pupuk hara yang diserap oleh tanaman untuk menunjang kehidupannya.Tiga diantaranya diserap dari udara, yakni Karbon (C), Oksigen (O), dan Hidrogen (H).  Sedangkan tiga belas mineral lainnya diserap dari dalam tanah yaitu Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Sulfur (S), Magnesium (Mg), Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (B), Seng (Zn),

2.1.   Nitrogen

Pupuk nitrogen mengandung hara tanaman N. Bentuk senyawa N umumnya berupa nitrat, amonium, amin, sianida. Contoh:  Kalium nitrat (KNO3), amonium fosfat [(NH4)3PO4], urea (NH2CONH2) dan kalsium sianida (CaCN2). Bentuk pupuk N ini berupa kristal, prill, pellet, tablet maupun cair.

2.1.1.      Amonium sulfat [(NH4)2SO4]

Pupuk ini dikenal dengan nama zwavelzuure amoniak (ZA) dan sampai sekarangpun masih banyak beredar di masyarakat. Umumnya berupa krital putih dan hampir seluruhnya larut air.Kadang-kadang pupuk tersebut diberi warna (misalnya pink).Kadar N sekitar 20-21% yang diperdagangan umumnya mempunyai kemurnian selitar 97%.Kadar asam bebasnya maksimum 0.4%. Sifat pupuk ini: larut air, dapat dijerap oleh koloid tanah, reaksi fisiologis masam, mempunyai daya mengusir Ca dari kompleks jerapan, mudah menggumpal, tetapi dapat dihancurkan kembali, asam bebasnya kalau terlalu tinggi meracun tanaman.

2.1.2.      Anhidrous amonia (NH3)

Pupuk ini dianggap yang paling tinggi kadar N-nya. Disimpan dalam bentuk cair.Penggunaannya dengan injeksi ke dalam tanah atau dilarutkan dalam air kemudian dipompa. Di Indonesia belum digunakan walaupun pabrik sudah membuat untuk keperluan lain. Pupuk dapat juga dilarutkan dalam air pengairan, akan tetapi ada risiko kehilangan N yang terbawa air pengairan dan karena penguapan terutama pada tanah atau air yang mempunyai reaksi alkalis. Jumlah N yang hilang tergantung tekstur tanah, reaksi, cara pemberiannya, dalamnya injeksi ke dalam tanah. Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa sekitar 1-8 % tersemat pada lapisan permukaan tanah dan 2-31 % pada lapisan bagian bawah. Sering pemberian amonia cair dicampur dengan sulfur (S) karena sulfur larut dalam amonia.

2.1.3.      Amonium khlorida (NH4Cl)

Kadar N dalam amonium khlorida (ACl) sekitar 26%. Dari beberapa peneliti untuk sebagian tanaman sering menunjukkan bahwa pupuk ACl lebih baik dibanding amonium sulfat (ZA) terutama untuk tanaman yang memerlukan unsur Cl. Ada dugaan bahwa ZA bila diberikan ke dalam tanah akan meninggalkan sulfat (SO4=) dan ion ini kemudian ditanah sawah direduksi menjadi H2S, senyawa ini bersifat racun terhadap tanaman. Proses selan­jutnya H2S bereaksi  dengan feri atau mangan menjadi FeS atau Fe2S dan MnS. Untuk tanaman yang diharapkan kadar proteinnya tinggi sebaiknya digunakan pupuk ZA karena senyawa protein mengandung unsur S sehingga pemberian S berperanan dalam pembentukan protein. Tanaman berbeda-beda tanggapannya terhadap kedua pupuk tersebut. Tapi umumnya sisa Cl kurang disenangi dibanding SO4=, demukian juga reaksi fisiologis ACl lebih asam dari pupuk ZA.

PEMBAHASAN

Tanaman kedelai yang ditanam di lahan seluas sekitar 9,5m x 7,5m.Jarak tanam yang digunakan adalah 40cm x 20cm.  Sehingga dapat ditentukan kebuthan benih dengan menggunakan rumus populasi,yaitu hasil bagi dari luas lahan dengan jarak tanam setelah itu didapatkan nilai rata-rata jumlah benih yang akan ditanam berkisar 1620-1688 biji untuk lahan seluas itu.

Saat persiapan lahan, lahan digemburkan dan diberikan pupuk dengan pembagian merata.  Teknik pengolahan dan penanaman bibit setiap kelombok berbeda-beda ini menyebabkan hasil pertumbuhan pertama tidak sama.

Minggu pertama setelah penanaman, hasil tunas yang tumbuh dan yang mati setiap kelompok berbeda-beda.  Sehingga didapatkannya rasio daya perkecambahan masing-masing kelompok kedelai.  Untuk kelompok K1N0 adalah 56%, K1N1 adalah 53%, K2N0 adalah 70%, dan K2N1 adalah 74%. Untuk tanaman kedelai varietas anjasmara memilki daya perkecambahan yang lebih baik dari varietas lumajang brewok, selain itu masing-masing varietas yang ditambahan pupuk N hasilnya jauh lebih baik dari pada yang tidak ditambahkan.

Saat pengamatan,  tanaman kedelai memiliki morfologi tanaman baik itu tinggi dan cabang batang, bentuk bunga, akar dan  daun.  Tanaman kedelai termasuk berbatang semak yang dapat mencapai ketinggian 30-100cm.Batang ini beruas-ruas dan memilki cabangan antara 3-19 cabagan.  Perakarannya terdiri atas satu akar tunggang yang tumbuh baik dan banyak akar lateral yang mampu menembus kedalam lebih dari 2 m.   Daun kedelai mempunyai cirri-ciri anatara lain helai daun (lamina) oval dan tata letaknya pada tangkai daun bersifat majemuk berdaun tiga (trifoliolatus) jumlahnya antara 6-24.   Tanaman kedelai memilki bunga sempurna(hermaphrodite), yakni pada tiap kuntm bunga terdapat alat kelamin betina (putik) dan kelamin jantan (benangsari).   Pada varietas anjasmara memilki warna ungu sedangkan lumajang brewok berwarna kuning.

Perakaran tanaman kedelai mempunyai kemampuan membentuk bintil-bintil (nodula-nodula) akar.Bintil-bintil akar bentuknya bulat atau tidak berarturan yang merupakan kooni da bakteri Rhizobium japonicum.Bakteri tersebut bersimbiose dengan akar tanaman kedelai unutk menambat Nitrogen bebas (N2) dari udara.  Unsur Nitrogen tersebut dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman kedelai, sedangkan bakteri Rhizobium memerlukan makanan yang bersal dari tanaman kedelai, sehingga proses ini merupakan hubungan hidup yans saling menguntungkan(simbiosa mutualistis).

Referensi

[Anonim]. 2008. Kedelai. [http: id.wikipedia.com/wiki/kedelai]. Diakses pada tanggal 12 Januari 2010.

Rahmat Rukmana & Yuyun Yuniarsih.1996.  Kedelai Budidaya dan Pascapanen.  Yogyakarta:  Kanisius

Harjadi, Sri Setyati. 1996. Pengantar Agronomi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *