Teknik Pertanian Goes to Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI 2010)

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional Indonesia, bersama dengan perguruan tinggi tidak pernah berhenti memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan kreatifitasnya, tentu dalam konteks menjawab mutu dan relevansinya sebagai calon pemimpin bangsa. Kontes Robot Indonesia (KRI) dan Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) adalah salah satu ajang untuk mengasah kreatifitas mahasiswa. Dalam KRI dan KRCI mahasiswa beserta dosen pembimbing akan menghadapi kontes yang penuh dengan unsur kompetitif dengan menampilkan kreatifitas terbaik mereka. Akan ditampilkan robot yang mampu melewati rintangan dengan cepat, saat di kago zone dan goal zone. Serta robot tercerdas yang mampu menyelesaikan tantangan sesuai dengan divisi dan misinya. Dibutuhkan kerjasama dan pengaturan strategi dalam sebuah tim untuk melaksanakannya.

Bukan Institut Pertanian Bogor namanya jika tidak bisa mengikuti perkembangan semua aspek keilmuan yang ada, termasuk dalam bidang bergengsi di bidang teknologi robot yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa di seluruh Indonesia. Dan sudah kesekian kali pula IPB ikut serta dalam perlombaan ini dengan mewakilkan mahasiswa Departemen Teknik Pertanian di dalamnya.

URSA MAYOR by Klub Robot TEP

Teknik Pertanian dibawah naungan organisasi Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (HIMATETA) dan juga klub yang dimiliknya Electro-Robotic Club (ERC), telah bekerja Ir. Radite Praeko Agus Setiawan, M. Agr, sebagai salah satu staf pengajar di Teknik Pertanian IPB mahasiswa siap ikut serta dalam KRCI 2010 ini. Sebuah Tim yang dikomandoi oleh M. Iqbal Nazamuddin telah mempersiapkan robot bernama URSA MAJOR. Nama robot ini diambil dari sebuah nama rasi bintang yang sering digunakan petani untuk menentukan waktu tanam yang tepat bagi tanaman mereka. Penentuan nama ini merepresentasikan kaitan antara pertanian dengan teknologi, yang membuktikan niat kuat mahasiswa IPB untuk tetap berkecimpung dalam dunia pertanian. URSA MAJOR merupakan robot terbaru buatan mahasiswa Teknik Pertanian yang menjadi yunior robot-robot terdahulu seperti robot LEE, ROBO-TANK, SHE KILL 2 GIRL, CANIBAL, dan ALTIS 09 Dalam KRCI tersebut URSA MAJOR masuk ke dalam divisi robot beroda.

Ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh URSA MAJOR, yang pertama yaitu stabilitas gerakan yang stabil.  Stabilitas gerakan ini dikarenakan robot menggunakan sistem roda crawler yang memungkinkan robot untuk melintasi rintangan dengan lebih halus. Kualitas robot seringkali dinilai dari mobilitasnya yang baik, oleh karena itu penting bagi URSA MAJOR untuk mampu bergerak dengan stabil dan varian gerakannya yang banyak. Karena

lintasan yang akan dilintasi robot bukan hanya lintasan lurus yang rata saja, tetapi juga lintasan menanjak, menurun, belok, dan lain sebagainya.

Keunggulan yang kedua adalah kemampuan URSA MAJOR untuk beriknteraksi dengan lingkungan luar dikarenakan memiliki beberapa sensor pendukung. Sensor yang dimiliki adalah sensor cahaya, sensor ultrasonik, sensor LDR, dan sensor Infrared. Sensor cahaya yang dimiliki memungkinkan robot untuk mampu mengidentifikasi cahaya disekitarnya. Sehingga robot dapat membedakan cahaya terang, gelap, cahaya lilin, lampu, dan lain-lain.  Sensor cahaya ini penting karena robot yang dilombakan dituntut untuk mampu menentukan lokasi lilin. Setelah itu robot juga dituntut untuk mampu mematikan lilin setelah menemukan lokasi lilin berada.

Sensor ultrasonik merupakan sensor yang mampu menangkap pantulan gelombang ultrasonik yang dipantulkan robot sehingga URSA MAJOR mampu mengenali kondisi lintasan yang dilewatinya. Dengan menggunakan teknologi Ranges Finder, robot dapat memperkirakan jarak dinding pembatas yang ada disekitarnya. Sehingga robot dapat memperhitungkan arah yang dapat dilaluinya. Dan untuk mendukung mobilitasnya dibuat dua sensor tambahan yaitu LDR dan infrared.

KRCI 2010 ini dibagi-bagi dalam beberapa Regional. Regional I untuk wilayah Sumatera, Regional II untuk wilayah Jawa Barat, Regional III untuk Jawa Tengah, Regional IV untuk Jawa Timur, dan Regional V untuk wilayah Bali dan Indonesia Timur. Untuk IPB tentunya masuk dalam Regional II yang akan diselenggarakan di Politeknik Negeri Bandung pada tanggal 7-9 Mei 2010.

Ketua tim robot IPB, Iqbal, memiliki harapan yang tinggi agar IPB bisa menjuarai kontes ini. “Saya sangat mengharapkan bahwa kami bisa tampil dengan maksimal disana. Bisa menjuarai kontes dan dapat membuktikan bahwa IPB mampu bersaing dalam dunia teknologi merupakan amanah besar kami”. Dalam KRCI 2010, pria kelahiran Ponorogo ini dibantu oleh beberapa rekannya. Mereka adalah Yan Yonathan Rotinsulu, Yunius Giri Wijaya, Adia Nuraga Galih Pradipta, Setya Permana, Damar Wahyu Bintoro, dan Wawat Rodiahwati.

Ayo kita sama-sama dukung tim ini agar mampu menjuarai kontes dan mengahrumkan nama IPB.. cayo pertanian.. cayo teknologi… cayo Teknik Pertanian.

TEP!!!… GURSA.. GURSA.. GURSA.. COOOOOOOSSSSSSHHHH…… (GB-angger SP/Fadullah A)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *