Limbah Sawit solusi energi alternatif masa kini

Krisis energi yang terjadi di dunia khususnya dari bahan bakar fosil yang bersifat non renewabel disebabkan dari semakin menipisnya cadangan minyak bumi. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini memicu kenaikan biaya hidup dan naiknya biaya produksi. Oleh karena itu perlu dicari sumber-sumber bahan bakar alternatif yang bersifat renewable (terbaharukan).
Sesungguhnya limbah sawitdimanfaatkan. Akan tetapi secara historis, pabrik pengolahan sawit tidak terintegrasi dengan unit pengolahan limbahnya. Selama in, yang diperhatikan hanya produk pengolahan sawit yang menjadi CPO saja. Sementara limbah, dianggap bukan persoalan yang perlu dikelola. Ketika tuntutan kelestarian lingkungan semakin tinggi, pabrik pengolahan sawit beranggapan bahwa pengolahan limbah sawit adalah additional cost yang menjadi “beban”
Limbah sawit berupa serabut ataupun ampas dari pemerasan biji sawit berhasil diriset pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia untuk dijadikan karbon aktif. selanjutnya, karbon aktif itu di manfaatkan sebagai campuran grafit bahan pembentuk anoda pada beterai dan komponen keping di polar untuk teknologisel bahan bakar atau feul cell.

Medan (ANTARA News)- Briket tandan kosong kelapa sawit yang memiliki nilai bakar standar bahan bakar yakni di atas 5000/kal/gr dapat dipakai sebagai bahan bakar pengganti minyak tanah.

Briket yang diteliti Arganda Mulia, mahasiswa program pasca sarjana teknik kimia Universitas Sumatera Utara (USU) itu telah memiliki syarat sebagai bahan bakar dan telah melewati pengujian kadar CO x, NO x dan SO x.

Briket tandan kosong kelapa sawit ini didesain memiliki bentuk selinder mirip kaleng susu, berwarna hitam dengan ketinggian rata-rata 8 Cm, kata Arganda Mulia kepada ANTARA News di Medan, Rabu.

Dikatakannya, briket ini diolah dari serbuk-serbuk tandan kelapa sawit yang telah dihaluskan, dicetak di suatu percetakan dengan bantuan perekat organik yang memperkuat ikatan-ikatan antarmolekul serbuk briket.

Kemudian briket dikeringkan agar permukaan briket menjadi lebih kuat, ujarnya.

Sebagai bahan bakar, faktor keamanan bagi lingkungan turut diperhatikan.

Menurut dia, briket tandan kelapa sawit ini telah melewati beberapa pengujian standar yang biasa dilakukan terhadap bahan bakar umumnya.

Misalnya pengujian kadar gas nitrogen, kadar karbon monoksida, kadar gas sulfur dan hasil yang diperoleh masih dalam batas ambang kewajaran yang aman bagi lingkungan, katanya.

Selain itu dia juga mengatakan, faktor ekonomis benar-benar menjadi pertimbangan dalam pemilihan bahan baku briket.

Briket juga dapat dibuat dari sampah, rumput, ilalang, cangkang kelapa sawit dan masih banyak bahan-bahan organik lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar briket terutama yang merupakan bahan organik.


Dikatakannya, briket tandan kelapa sawit ini masih dalam pengembangan skala laboratorium.

Meskipun demikian, apabila pemerintah serius mensosialisasikan briket tandan kelapa sawit ini, produksi secara industri dapat terwujud dan kebutuhan pasok energi pengganti minyak dapat dikurangi.

Harga briket ini juga relatif lebih murah dibanding minyak tanah, meskipun briket tandan kelapa sawit ini belum dipasarkan secara bebas dan diperjual belikan secara komersial.

Dengan adanya hal ini maka kita bisa mengurangi bahaya limbah sawit yang dibiarkan saja…untuk itu gunakan dan olah menjadi yang lebih berarti unutk masa depan anak cucu kita,.,,,.
(PLS)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *