AEGTV 2010

Press Realease

AGRICULTURAL ENGINEERING GOES TO VILLAGE 2010

(AEGTV 2010)

Agricultural Engineering Goes To Village (AEGTV) 2010 merupakan salah satu program kerja Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian, Institut Pertanian Bogor devisi Riset dan Keteknikan. Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 2 Mei 2010 di desa Cisalada, Cigombong, Bogor. Ini adalah tahun keduanya di desa tersebut, setelah tahun 2009. Acara ini berkediaman di rumah H. Jaya Chairudin. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah para petani di desa Cisalada. Awal mulanya yang melatarbelakangi kegiatan ini yaitu kondisi pertanian di desa Cisalada yang masih sangat jauh dari mekanisasi pertanian. Para petani masih menggunakan cangkul dan kerbau untuk mengolah tanah.

Mahasiswa dari Himpunan Teknik Pertanian IPB melalui acara ini memperkenalkan alsintan ke petani dan melakukan pelatihan traktor. Acara ini mendapat sponsor utama dari PT. Quick Indonesia. Dari Pihak PT. Quick Indonesia memberikan sosialisasi singkat mengenai traktor dan bagaimana cara menggunakannya. Acara ini dihadiri oleh Bapak Iyus selaku kepala desa, Perwakilan Gabungan kelompok Tani (Gapoktan), dan petani-petani di desa Cisalada, jumlah semuanya adalah 17 orang. Pelatihan traktor dilakukan dengan terjun langsung ke sawah yang siap diolah dan demo tentang traktor. Walaupun kotor-kotoran di sawah tapi semua panitia dan petani berbaur dan menikmati pelatihan traktor tersebut. Sebagian besar dari mereka mencoba traktornya. Disela-sela pelatihan traktor petani mengungkapkan uneg-unegnya tentang kondisi pertanian di sana. Mereka sangat kesulitan dalam perolehan pupuk, pestisida, hama tikus yang akhir-akhir ini menyerang dan merusak padi, selain itu juga merosotnya harga gabah, dan kurangnya perhatian pemerintah tentang kondisi tersebut.

Di pelatihan traktor tersebut juga di lakukan perbandingan terhadap lahan yang diolah dengan traktor dan tanpa traktor, dalam hal ini adalah cangkul. Berikut adalah hasil perhitungannya:

Luas lahan yang diolah : 18 m x 7 m

Perbandingan Traktor Cangkul
Kemudahan 60 % 90 %
Harga 30 % 70 %
Waktu untuk pengelolahan 28 menit 14 hari
Kapasitas lapang 0.027 ha/jam 0.00015 ha/jam
Efisiensi 65 % 20.83 %

Dari hasil perhitungan menunjukkan bahwa menggunakan traktor jauh lebih efektif dan efisien dari pada menggunakan cangkul. Yang membuat traktor mahal adalah di awalnya, tetapi bila dibandingkan dengan cangkul menunjukkan hasil yang signifikan lebih menguntungkan menggunakan traktor. Luaran yang diperoleh dari kegiatan AEGTV ini bahwa mekanisasi pertanian dapat tumbuh berkembang di desa Cisalada, sehingga diharapkan dapat meningkatkan produktifitas pertanian di desa tersebut.

Acara AEGTV 2010 ini tidak hanya berhenti pada pelatihan traktor saja, tetapi pihak dari panitia acara AEGTV 2010 bekerjasama dengan pihak-pihak terkait akan mengusahakan pengadaan traktor dengan system kredit murah. Dan hal ini disambut baik oleh petani-petani di desa Cisalada. Mereka berharap pengadaan traktor tersebut dapat terealisasi dengan baik. Karena bila dilihat kondisi buruh tani di sana sangat memprihatinkan, hanya empat orang buruh cangkul yang masih tersisa di sana. Dan anak-anak mereka lebih memilih menjadi supir angkot dari pada menjadi petani, lalu pertanyaannya adalah siapa yang meneruskan mereka sebagai petani?. Mahasiswa Teknik Pertanian harus siap dengan kondisi tersebut.

Harapannya, pemerintah dapat bekerjasama dengan semua elemen masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi petani di desa Cisalada, juga petani-petani Indonesia pada umumnya. Kita sebagaiĀ  mahasiswa Teknik Pertanian IPB dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu yang sudah di peroleh dan lebih mensosialisasikan tentang mekanisasi pertanian untuk pertanian Indonesia yang lebih baik.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *